Menyusun proposal kegiatan sering terdengar ribet, padahal sebenarnya bisa dibuat sederhana asal tahu alurnya. Proposal bukan soal bahasa yang terlalu formal atau tampilan yang mewah, tapi soal kejelasan rencana kegiatan dan kemampuan meyakinkan pihak lain bahwa kegiatan tersebut layak dilaksanakan.
Artikel Sobatmuda kali ini akan membahas cara menyusun proposal kegiatan secara bertahap, menggunakan contoh kegiatan pentas seni tingkat RT, supaya mudah dipahami dan langsung bisa dipraktikkan.
1. Pahami Tujuan Proposal Sejak Awal
Sebelum menulis apa pun, hal pertama yang harus dipahami adalah: proposal ini dibuat untuk siapa dan untuk apa?
Dalam konteks pentas seni RT, proposal biasanya bertujuan untuk:
- Mengajukan izin kegiatan kepada Ketua RT
- Menginformasikan rencana kegiatan kepada warga
- Mengajukan dukungan dana atau fasilitas
Kalau tujuan ini sudah jelas, isi proposal akan lebih terarah dan tidak melebar ke mana-mana.
2. Buat Judul yang Jelas dan Spesifik
Judul proposal tidak perlu panjang, yang penting jelas. Hindari judul terlalu umum seperti “Proposal Kegiatan” saja.
Contoh judul yang tepat:
> Proposal Kegiatan Pentas Seni Warga RT 05
Dari judul saja, pembaca sudah langsung paham:
jenis kegiatannya apa
lingkup kegiatannya di mana
3. Tulis Pendahuluan dengan Bahasa Sederhana
Bagian pendahuluan berisi alasan kenapa kegiatan ini perlu diadakan. Di sinilah kamu menjelaskan latar belakang kegiatan.
Untuk pentas seni RT, pendahuluan bisa membahas:
- pentingnya kebersamaan warga
- minimnya kegiatan hiburan bersama
- perlunya wadah kreativitas anak dan remaja
Tidak perlu bertele-tele. Cukup 1–2 paragraf yang isinya masuk akal dan relevan dengan kondisi lingkungan.
Tips penting:
👉 Gunakan bahasa yang wajar seperti berbicara ke warga, bukan bahasa terlalu akademis.
4. Rumuskan Tujuan Kegiatan Secara Poin-Poin
Tujuan kegiatan sebaiknya ditulis singkat dan jelas dalam bentuk poin agar mudah dibaca.
Contoh tujuan pentas seni RT:
- Mempererat hubungan antarwarga
- Menyediakan hiburan yang positif
- Menyalurkan bakat seni warga
Tujuan ini nantinya akan jadi dasar penilaian apakah kegiatan berhasil atau tidak.
5. Jelaskan Nama dan Tema Kegiatan
Bagian ini sering dianggap sepele, padahal penting untuk membangun identitas acara.
Nama kegiatan biasanya simpel, misalnya:
- Pentas Seni Warga RT
- Malam Hiburan Warga
Sedangkan tema berfungsi memberi “roh” pada kegiatan. Tema tidak harus puitis, yang penting relevan.
Contoh tema:
> “Kebersamaan dalam Harmoni Seni”
6. Uraikan Bentuk dan Jenis Kegiatan
Di bagian ini, jelaskan apa saja yang akan dilakukan saat kegiatan berlangsung.
Untuk pentas seni RT, bisa dijelaskan:
- penampilan tari
- musik akustik
- lomba menyanyi
- pembacaan puisi atau hiburan warga
Tidak perlu detail teknis berlebihan, cukup gambaran umum agar pembaca tahu alur acaranya.
7. Tentukan Waktu dan Tempat Secara Realistis
Waktu dan tempat harus ditulis jelas dan masuk akal.
Hal yang perlu diperhatikan:
- jangan memilih jam kerja
- pertimbangkan cuaca
- sesuaikan dengan kebiasaan warga
Contoh:
Sabtu malam
di halaman balai RT
Bagian ini penting karena menyangkut kesiapan warga dan panitia.
8. Tentukan Sasaran atau Peserta Kegiatan
Sasaran kegiatan menjelaskan siapa saja yang akan terlibat atau menjadi peserta.
Dalam pentas seni RT, sasarannya bisa:
- seluruh warga RT
- anak-anak dan remaja
- tamu undangan dari lingkungan sekitar
Dengan sasaran yang jelas, proposal terlihat lebih terencana.
9. Susun Kepanitiaan Secara Sederhana
Tidak perlu struktur organisasi yang rumit. Cukup posisi inti agar terlihat siapa bertanggung jawab apa.
Minimal ada:
penanggung jawab
ketua
sekretaris
bendahara
Ditambah seksi-seksi sesuai kebutuhan seperti acara, konsumsi, dan perlengkapan.
10. Buat Rencana Anggaran Biaya yang Masuk Akal
RAB adalah bagian yang paling sering diperhatikan. Anggaran harus: realistis, rinci dan tidak berlebihan
Contoh pengeluaran:
- sound system
- konsumsi panitia
- hadiah lomba
- dekorasi sederhana
Tuliskan perkiraan biaya, bukan asal menulis angka.
11. Jelaskan Sumber Dana
Di bagian ini, sebutkan dari mana dana kegiatan akan diperoleh, misalnya:
- kas RT
- iuran warga
- donatur
Ini menunjukkan bahwa kegiatan tidak hanya berharap satu sumber dana saja.
12. Tutup Proposal dengan Penutup yang Sopan
Bagian penutup berisi harapan agar kegiatan mendapat dukungan dan berjalan lancar. Gunakan bahasa sopan, singkat, dan tidak berlebihan.
Penutup Artikel
Menyusun proposal kegiatan sebenarnya bukan soal pintar menulis, tapi soal menyusun rencana dengan rapi dan logis. Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, siapa pun bisa membuat proposal kegiatan pentas seni RT yang sederhana tapi efektif.
Kuncinya adalah: jelas, jujur, dan sesuai kebutuhan.

